Informasi Rumah Subsidi di Solo, rumah Murah di Solo

Rumah Subsidi di Solo, Syarat Pembelian Rumah Subsidi Terbaru Tahun 2017

Memiliki rumah sendiri merupakan impian banyak orang, tak terkecuali mungkin anda. Kebutuhan akan rumah merupakan salah satu dari 3 kebutuhan pokok manusia. Oleh sebab itu pemerintah mencanangkan program rumah subsidi. Dilihat dari namanya, rumah subsidi adalah rumah yang disubsidi atau diberikan bantuan dana oleh pemerintah.

Dikarenakan subsidi, perumahan subsidi ditargetkan hanya untuk MBR atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Penyaluran rumah subsidi pun tidak diperuntukkan bagi masyarakat kelas menengah maupun atas. Untuk itu pemerintah yang bekerja sama dengan developer mensyaratkan beberapa hal bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah subsidi.

Untuk syarat umum, pembelian rumah subsidi saya asumsikan anda sudah mengetahui, seperti Fotocopy KTP, KK , Pas foto dll. Di artikel ini saya hanya akan membahas syarat khusus yang membedakan pemilkan rumah subsidi dengan rumah non-subsidi.

Pertama anda harus sudah menikah. Syarat ini saya dapatkan dari salah satu developer properti di Kota Solo tahun 2016. Bagaimana jika anda belum menikah? Untuk saat ini saya kurang mengerti apakah syarat tersebut masih berlaku atau tidak. Beberapa developer mungkin memperbolehkan anda mengambil rumah, meskipun anda belum menikah.

Kedua suami istri harus bekerja di wilayah Surakarta. Syarat ini juga saya dapatkan dari developer properti pada tahun 2016 (mungkin saat ini kebijakan ini sudah berubah). Syarat ini dibuat agar rumah yang dibeli oleh konsumen memang diperuntukkan untuk ditinggali, bukan untuk dialih fungsikan atau dikontrakkan.

Ketiga merupakan kebijakan gaji maksimum. Untuk membeli rumah subsidi ada syarat gaji maksimum. Dikarenakan rumah ini diperuntukkan bagi MBR maka pembeli rumah subsidi dibatasi memiliki penghasilan HARUS DIBAWAH Rp 4.000.000 (tahun 2016). Jika anda tidak memiliki salah satu dari syarat ini, anda tidak diperkenankan untuk membeli rumah subsidi.

Anda harus SUDAH MENIKAH, SUAMI/ISTRI DAN ANDA SENDIRI HARUS BEKERJA DI SURAKARTA DAN SEKITARNYA, DAN PENGHASILANMAKSIMAL ANDA PERBULAN TIDAK LEBIH DARI DARI RP 4.000.000 PERBULAN (DIGABUNG SUAMI DAN ISTRI).

Namun sekali lagi saya rasa syarat diatas fleksibel tergantung dari pihak developer tempat anda ingin membeli rumah, dikarenakan kebijakan dan ketentuan masing masing developer mungkin sudah berubah dan berbeda beda.

Informasi Rumah Subsidi di Solo, Rumah Subsidi Sukoharjo

Rumah Subsidi di Solo, Kenapa Harga Rumah Subsidi Bisa Murah ?

Seperti yang sudah saya tulis pada artikel sebelumnya Strategi Developer Membangun Rumah Subsidi, di artikel ini kita akan membahas kenapa harga rumah subsidi bisa murah?Harga rumah subsidi tidak hanya murah namun juga memeiliki cicilan yang sangat ringan, mengapa bisa demikian?Tidak hanya cicilan, uang muka nya pun bisa hanya 1% (developer tertentu).

Pertama sudah jelas bahwa rumah subsidi ini program dari pemerintah, maka dari itu pemerintah memberikan beberapa kebijakan khusus untuk rumah subsidi ini. Kebijakan khusus ini seperti kebijakan DP Rumah yang hanya 1% (developer tertentu). Jika anda ingin membeli rumah subsidi anda cukup menyediakan uang muka sebesar 1% dari harga rumah, sejumlah 1.230.000 (untuk rumah subsidi di Solo tahun 2017 ini).

Kebijakan khusus yang lain adalah kebijakan angsuran hingga 20 tahun. Jika anda membeli rumah non-subsidi maka kemungkinan besar jangka waktu cicilan anda paling lama adalah 15 tahun, namun tidak dengan rumah subsidi, anda dapat memilih jangka waktu cicilan hingga 20 tahun, yang tentu saja besaran cicilan perbulannya akan lebih ringan bagi anda.

Selain dari sudut pandang intervensi pemerintah, alasan mengapa rumah subsidi murah terdiri dari banyak hal, meliputi, pertama perumahan subsidi pasti dibangun di daerah pinggiran yang harga tanahnya masih murah. Seperti yang anda ketahui di Kota Solo maupun didaerah daerah sekitar solo harga tanah sudah sangat mahal, pembangunan rumah subsidi yang mengharuskan rumah dibangun dengan harga jual rendah mengharuskan developer membangun rumah subsidi di daerah pinggiran. Jika anda perhatikan beberapa rumah subsidi di sekitar wilayah Kariseidenan Surakarta berlokasi jauh ke pinggiran, hal ini untuk menekan biaya lahan atau penggunaan tahan.

Kedua luasan tanah yang terbilang kecil, sehingga memungkinkan untuk membangun dengan biaya murah. Hampir sebagian besar rumah subsidi dibangun diatas lahan yang tidak lebih dari 60m2, hal ini dimaksudkan agar biaya pembangunan relatif terjangkau, namun tetap masih dalam batas layak huni.

Ketiga luas bangunan yang kecil. Rumah subsidi kebanyakan memiliki luas bangunan 36m2. Meskipun kecil namun rumah dengan luas 36m2 dinilai sudah layak untuk ditinggali. Rumah subsidi dengan luas 36m2 juga cukup untuk ditinggali sebuah keluarga dengan 2 orang anak.

Itulah tadi informasi mengenai seluk beluk rumah subsidi murah.

Selanjutnya baca : Syarat Pembelian Rumah Subsidi Tahun 2017